Pemirsa Blog Yth.,

Sejak diberlakukannya standardisasi kriteria penilaian dalam kontes kambing etawa, pemahaman para pencinta kambing etawa terhadap aspek-aspek yang dinilai sudah relative seragam. Dari aspek-aspek tersebut semakin jelas perbedaan kambing etawa ras Kaligesing yang memiliki unsur seni dan yang tidak. Dengan demikian hargapun menjadi berbeda, artinya tidak semua kambing etawa kepala hitam mahal harganya, tergantung dari aspek dan kriteria yang melekat pada kambing itu sendiri.  Faktor trend atau mode yang lagi in di kalangan hobbies  juga berpengaruh terhadap harga di pasaran seperti halnya bibir nyakil, hidung makin pesek, mata sipit, dlsb.

Tidak hanya terpaku pada aspek seni yang dinilai, kini para penghobby baik yang lama maupun yang baru kerap membicarakan trah atau lurik atau keturunan atau silsilah apabila mereka hunting atau berburu kambing untuk dikoleksi. Cukup beralasan, mengingat kambing yang menjadi juara pada awal diadakannya kontes secara terbuka pada thn 2007-2008  baik di Jawa Tengah maupun di Jawa Timur, kerap menurunkan anakan yang istimewa dan mayoritas mendominasi juara di event kontes belakangan ini, walaupun tidak semuanya begitu. Di sisi lain memiliki kambing etawa yang berasal dari trah/lurik juara cukup membanggakan bagi si pemiliknya.

Dari daerah Jawa Tengah trah kambing etawa juara didominasi oleh turunan kambing-kambing yang berasal dari Kaligesing yang pada saat itu terkenal sebagai sentra kambing etawa unggulan, namun demikian kini keturunan dari beberapa trah di Kaligesing sudah tersebar ke berbagai daerah di Pulau Jawa termasuk di EFI di Bandung. Bahkan ada juga pemilik awal kambing etawa unggul di Kaligesing yang kini tidak memiliki lagi keturunannya, karena habis dijual. Ada 3 trah dominan yang berasal dari Kaligesing Jawa Tengah, sebagai berikut :

  1. Trah/lurik Tumpang : Tumpang adalah nama pemilik kambing unggul di daerah Kalilo Telogo Guwo Kaligesing, trah Tumpang mulai terkenal ketika salah satu anakannya menjadi juara 1 di Kontes kambing Etawa Kali Urang tahun 2008, yaitu nama kambing Panut milik mbah Prawiro. Trah Tumpang sangat terkenal dengan cirri telinga panjang dan rewos yang tebal. Kini kedua kambing tersebut sudah tidak ada, tinggal keturunannya yang menyebar. EFI berhasil mengkoleksi dua ekor anakan dari Panut yaitu yang jantan kami berinama sang Prabu dan yang betina Arimbi.
  2. Trah/lurik Basuki : Basuki adalah nama kambing etawa super legenda yang berasal dari Pandan Rejo Kaligesing milik pak Sugiono. Dikenal sebagai kambing etawa unggul, karena meiliki postur yang besar dan memiliki bulu yang indah pada jamannya. Anakan Basuki yang sempat menjuari lomba adalah Tukul, kemudian cucunya Bagong Kliwon. Kini Basuki dan tukul sudah tidak ada, EFI berhasil mengkoleksi anakan Bagong Kliwon yang kami beri nama Messi.
  3. Trah/lurik Setyaki : Setyaki adalah kambing etawa super legenda miliki pak Sumarno di Dusun Sumoroto Telogo Guwo Kaligesing. Beberapa kali menjuarai lomba, yaitu Juara 2 Kontes Kali urang 2008 dan lomba lainnya. Terkenal karena banyak mencetak anakan istimewa dengan ciri telinga panjang, kepala kuwung dan nyakil. Anakan setyaki yang terkenal karena menjuarai beberapa event kontes adalah Baret. Kini Setyaki pun sudah tidak ada, EFI berhasil mengkoleksi cucunya yang kami berinama Sangkuriang, yaitu anakan dari pejantan etawa super yang bernama “Sangkler”, milik pak Dono di Wonosari Gunung Kidul.

Sedangkan trah dari Jawa Timur, EFI mengumpulkan beberapa kambing yang berasal dari keturunan kambing yang dominan menjadi juara.  Jika ditelusuri asal muasalnya tetap kambing-kambing tersebut berasal dari Kaligesing walaupun beberapa teman2 penghobby di sana mendapatkannya dari daerah sekitar jawa Timur juga, sebagai contoh Perdana yang menurunkan Maradona dan Satrio didapatkan dari Ponorogo. EFI berhasil mengkoleksi beberapa ekor anakan dari kambing yang kerap menjadi juara di Jawa Timur sbb :

  1. Trah/lurik Bison : Bison sering menjadi juara pada saat kambing etawa mulai dikontestkan di daerah Jawa Timur pada thn 2007-2008. Tradisi tampil di setiap kontest cukup kuat dari trah Bison sebut saja anakannya yang kerap berprestasi, Lintang, Gendon, kemudian cucunya Angkasa. EFI kini mengkoleksi cicitnya yang merupakan anaknya Maximus dan cucunya dari garis Lintang dan kami beri nama Garuda Angkasa.  Prestasi Garuda Angkasa yaitu berhasil menjadi juara 1 di kelas E Kontes Etawa Tulung Agung Desember 2011 lalu.
  2. Trah/lurik Perdana : Eksistensi trah Perdana mulai naik pamornya pada saat Maradona di era 2008 sering menjadi juara, kemudian di tahun 2010 dominasi juara diteruskan oleh Satrio. EFI kini berhasil mengkoleksi cucunya Perdana dari anakannya Satrio yang kami berinama “SATRIA”,  prestasi yang dimiliki SATRIA  yaitu menjadi juara II di kelas D, kontes di Blitar thn 2011.
  3. Trah/lurik Panut : trah Panut Tulung Agung mulai berbicara di tahun 2010 ketika Joko Gludug menjadi juara I di kelas C di kontes Ambar Ketawang Gamping-Jogjakarta, dan di thn 2011 banyak meraih Juara I di Kelas B dan A. EFI berhasil mengkoleksi Induk keturunan Panut yang kami beri nama Agnes yang merupakan anakan langsung dari Panut dan adiknya Gludug dari induk yang berbeda. Prestasi yang pernah dimiliki Agnes adalah juara II kelas C kontes Blitar 2010 dan juara III kelas D kontes Tulung Agung 2011 , serta 10 besar kelas C kontes Tulung Agung 2011.

Materi kambing trah juara yang dimiliki EFI tersebut di atas, akan kami jadikan sebagai bibit dasar/foundation stock dan bibit induk/breeding stock untuk selanjutnya dikawin silangkan satu dan lainnya hingga membentuk trah kambing etawa unggulan khas EFI. Memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar, kesabaran dan ketelatenan. Serangkaian proses breeding untuk mewujudkan atau membentuk trah kambing etawa unggul merupakan aspek seni dalam beternak yang tidak ternilai harganya. Secara menyeluruh hasilnya akan nampak minimal 4 tahun ke depan. Mudah-mudahan apa yang kami canangkan EFI sebagai “Pusat Kambing Etawa Unggulan di Jawa Barat” dapat berhasil, insyaAllah. Aamiin.