Dalam Saresehan tersebut disebutkan juga Kelas Kontes, Kategori Kontes, Pelaku dan Perangkat Kontes sebagai berikut :

A. BEBERAPA KELAS DALAM KONTES :

  1. Kelas A (Pejantan / Indukan) –> Syarat : Gigi poel minimal 3 pasang keatas
  2. Kelas B (Pejantan / Indukan) –> Syarat : Gigi poel 1 – 2 pasang
  3. Kelas C1 (Calon Pejantan / Calon Indukan) –>  Syarat : Untuk C1 calon pejantan belum poel dengan tinggi badan > 70 cm ;  Untuk C1 calon indukan belum poel dengan tinggi badan > 65 cm
  4. Kelas C2 (Calon Pejantan / Calon Indukan) –> Syarat : Untuk C2 calon pejantan tinggi badan < 70 cm ; Untuk C2 calon indukan tinggi badan < 65 cm
  5. Kelas Pejantan Ekstrim –> Syarat :  Semua jenis kambing pejantan (PE, Sumbawa, Gibas, dll);  Penilaian dinilai dari postur, bobot, umur dan pertumbuhan

B. KATEGORI KONTES :

  1. KONTES NASIONAL : Yaitu kontes yang diselenggarakan oleh kelompok, paguyuban atau dinas dengan peserta dalam satu wilayah Indonesia.
  2. KONTES REGIONAL : Yaitu kontes yang diselenggarakan oleh kelompok, paguyuban atau dinas dengan peserta dalam satu wilayah Propinsi.
  3. KONTES LOKAL : yaitu kontes yang diselenggarakan oleh kelompok, paguyuban atau dinas dengan peserta dalam suatu wilayah, Kecamatan, Kota atau Kabupaten.

C.PELAKU DAN PERANGKAT KONTES
Agar penyelenggaraan Kontes kambing PE berjalan dengan baik, teratur, fairplay, dengan waktu pelaksanaan yang lebih efektif dan effisien, penulis secara pribadi memberikan sumbangsih pemikiran mengenai item-item kritikal yang harus distandarkan yaitu atribut pelaku dan perangkat kontes dengan deskripsi sebagai berikut :

PELAKU KONTES ADALAH SEBAGAI BERIKUT :

  1. Penyelenggara Kontes : adalah sejumlah orang dalam suatu wadah organisasi (Nasional/Regional/Lokal) yang menyelenggarakan kontes kambing etawa.
  2. Inspektur Kontes : adalah orang yang ditunjuk oleh Asosiasi Kambing PE Nasional/Regional untuk mengawasi jalannya pelaksanaan kontes agar sesuai dengan tata cara baku yang sudah ditetapkan oleh Asosiasi Kambing PE Nasional/Regional.
  3. Dewan Juri : adalah orang ditunjuk oleh Asosiasi Kambing Etawa Nasional/Regional untuk bertanggung jawab terhadap hasil penilaian dari TIM Juri yang bertugas pada saat kontes berdasarkan standar baku penilaian yang ditetapkan. Dalam hal ini juga Dewan Juri adalah pihak yang berwenang untuk menjelaskan apabila terjadi complain dari peserta kontes.
  4. Juri : adalah orang yang memberikan penilaian kepada setiap kambing peserta kontes, berdasarkan standar baku penilaian. Juri yang bertugas harus memiliki sertifikat penjurian yang diperoleh melalui pelatihan juri yang diadakan oleh Asosiasi Kambing PE Nasional/Regional dan memiliki surat tugas resmi dari Asosiasi Kambing Etawa Regional/Lokal sesuai dengan domisilinya masing-masing.
  5. Koordinator Lapangan : adalah orang yang memantau TIM Juri pada saat melakukan penilaian dari setiap kelas kontes yang dipertandingkan yang ditunjuk oleh Asosiasi Kambing Etawa pelaksana kontes.
  6. Tim Perumus dan Rekap : Sejumlah orang yang bertugas untuk menjumlahkan dan menyimpan hasil penilaian yang dilakukan oleh Tim Juri, sebagai dokumen resmi pelaksanaan kontes yang dipakai sebagai referensi penentuan juara kontes. Nilai yang dijumlahkan adalah nilai asli dari setiap juri yang bertugas ditambah dengan bobot nilai dari perolehan bendera favourite.
  7. Tim Perifikasi Data Peserta : adalah orang yang ditugaskan untuk memeriksa kecocokan data peserta kontes, yang meliputi nama kambing, nama pemilik dan alamat pemilik dengan nomor patok (baik nomor patok penyisihan maupun untuk nomor patok final atau langsung final). Nama-nama kambing pemenang kontes diurutkan sesuai title juaranya untuk diumumkan, kemudian aslinya disimpan sebagai dokumen panitia dan copynya di temple di papan pengumuman.
  8. Tim Penulis Piagam : Adalah personil yang bertugas untuk menulis nama-nama juara pemenang contest berdasarkan hail penilaian dari Tim Rekap dan data peserta. Berjumlah 2-4 orang, tergantung event kontes yang diadakan.
  9. Peserta Kontes : adalah kambing etawa yang didaftarkan oleh pemiliknya untuk mengikuti kontes.

Peralatan Kontes :
Berikut adalah peralatan pendukung kontes yang diperlukan.
1) Form- form standar yang digunakan dalam kontes adalah :

  • Form Bobot Penilaian (NCR Rangkap 2, Asli utk panitya, copy ditempel)
  • Form Rekap total nilai seluruh Juri (NCR Rangkap2, asli utk panitya, copy ditempel)
  • Form 10 besar/Hasil Juara (NCR Rangkap2, asli utk panitia, copy ditempel)

2) Bendera Kecil dan Bendera Favourite :

  • Bendera Kecil : Berfungsi sebagai tanda bahwa setiap juri sudah melakukan penilaian terhadap kambing peserta kontes. Terbuat dari tusuk sate yang diberi potongan pita berwarna, warna bendera sesuai dengan jumlah juri yang bertugas.
  • Bendera Favourite : Berfungsi sebagai indikator nominasi juara pada kelas final atau langsung final. Terbuat dari bambu yang diraut sebesar telunjuk jari dengan panjang sekitar 80-100 cm yang diberi kain segitiga dengan ukuran setiap sisi 20 cm. Warna bendera favourite A=Merah, B= Biru, C=Kuning. Dengan masing-masing nilai bobot berbeda.

3) Papan Pengumuman : terbuat dari triplek utuh atau yang lainnya, diletakan di tempat strategis (mudah dijangkau dari tenda panitya) dan cukup lapang (apabila peserta melihat hasilnya tidak berdesak-desakan). Berfungsi untuk menempelkan copy nilai pembobotan dari setiap Juri agar peserta tahu nilai kambingnya pada saat mengikuti kontes, nilai rekap seluruh juri, nominasi peserta final dan pengumuman juara pemenang kontes pada setiap kelas yang dikonteskan.

11 Kriteria penilaian yang sudah ditetapkan dalam acara Saresehan Peternak Kambing PE di Jawa Timur (Artikel Bagian I), kemudain Kelas Kontes, Kategori Kontes, serta Pelaku dan Perangkat kontes yang diuraikan pada alinea di atas merupakan Standard baku penilaian dan tatalaksana pada Kontes Seni Kambing Etawa, yang akan segera diaplikasikan oleh : Asosiasi Peternak Kambing Etawa Nasional Jawa Timur (ASPENAS JATIM).

Sementara Kontes Ternak (Sapi, Domba, Kambing) yang diselenggarakan oleh Dinas Peternakan di masing-masing wilayah di Tanah Air baik Lokal maupun Nasional mempunyai parameter yang berbeda, ada kalanya faktor non teknis bisa menjadi bagian penilaian dari penyelenggaraan kontes yang diadakan oleh Dinas Peternakan setempat. Namun demikian penulis menganjurkan apa yang sudah disepakati dan dihasilkan melalui saresehan tersebut dapat ditembuskan kepada Dinas Peternakan setempat dan Dinas Peternakan Pusat sebagai pengayaan informasi perihal karakteristik Seni Kontes Kambing Etawa. Mudah-mudahan melalui pertukaran informasi terjadi sinergi yang positif dan membangun antara ASPENAS dengan Dinas Peternakan untuk kemajuan peternakan di Indonesia.

Saat ini penyelenggara Kontes Kambing Etawa diluar ASPENAS, jumlahnya relative banyak terutama di Jawa Tengah. Sebagai peyelenggara biasanya adalah Organisasi/Paguyuban Peternak Kambing Etawa setempat. Melalui tulisan ini penulis berharap, agar di Jawa Tengah, Jawa Barat bahkan provinsi lainnya di tanah air membentuk juga ASPENAS setempat, dengan harapan :

  • Keseragaman dalam menentukan kriteria penilaian kontes seni kambing etawa, dengan demikian pemahaman mengenai kambing unggul akan sama di setiap daerah.
  • Keseragaman dalam tatalaksana, pelaku dan perangkat kontes, sehingga dimanapun kontes tersebut dilaksanakan mempunyai aturan main yang sama.
  • Agenda kontes kambing etawa saat ini masih sporadis, kedepan diharapkan ada pengaturan jadwal kontes yang lebih baik, karena ASPENAS JATIM, JATENG, JABAR dan daerah lainnya duduk bersama untuk mengagendakan kalender kontes selama setahun atau lebih baik untuk event Nasional, Regional maupun Lokal. Dengan demikian tidak akan terjadi bentrokan dalam penyelenggaraan kontes.
  • Pengaturan jadwal juga harus memperhitungkan frekuensi dan jeda antara kontes yang satu dengan yang lainnya, agar tidak terjadi kejenuhan dalam kontes karena terlalu dekat/sering event kontes diadakan atau juara yang selalu sama pada setiap kontes. Di sisi lain, hal ini akan berdampak juga pada kebugaran fisik kambing yang dikonteskan.
  • Setelah ASPENAS di setiap provinsi terbentuk, dapat dilanjutkan dengan pembentukan ASPENAS INDONESIA sebagai Organisasi Induk Tertinggi berskala Nasional dengan cakupan visi dan misi lebih luas.
  • Melalui ASPENAS INDONESIA diharapakan beberapa kriteria penilaian pada Seni Kontes Kambing Etawa dapat diusulkan untuk memperoleh SNI (Standard Nasional Indonesia).
  • ASPENAS INDONESIA diharapkan memiliki bargaining position yang cukup strategis dengan pihak manapun termasuk Pemerintah Indonesia dalam melindungi, memajukan dan mengembangkan Peternakan Kambing Etawa di Indonesia, dengan ending point meningkatkan kesejahteraan para peternaknya.

Dalam saresehan tersebut sebagai penutup acara dilanjutkan dengan pembentukan organisasi ASPENAS JATIM (Asosiasi Peternak Kambing PE Jawa Timur), sebagai organisasi induk yang menaungi para peternak kambing PE se – Jawa Timur dengan ruang lingkup :

  1. Memajukan Peternakan Kambing PE di Jawa Timur baik dari usaha maupun pengembangannya.
  2. Meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan peternak kambing PE Jatim.
  3. Sarana penyambung dan penyeimbang antara peternak dan stake holder.
  4. Sebagai organisasi yang mengatur dan bertanggung jawab atas penyelenggaraan Kontes Kambing PE di Jatim dengan logo ASPENAS.

Penulis mengucapkan selamat kepada pengurus ASPENAS JATIM terpilih yang memiliki tanggung jawab besar untuk memajukan Peternakan Kambing PE di Jawa Timur, di lain pihak ASPENAS JATIM adalah sebagai pionir organisasi tingkat provinsi yang akan mengaplikasikan Standard Kriteria Penilaianan Kambing PE Kontes yang sudah disepakati pada acara saresehan. Semoga program kerja dan eksistensinya bisa menjadi contoh dan suritauladan bagi Organisasi/Paguyuban peternak PE di daerah lainnya. Sukses dan selamat bekerja.

Sebagai bentuk apresiasi dari penulis secara pribadi baik kepada Organizing Committee, Steering Committee, Rekan-rekan Peternak Kambing PE yang hadir dari Jatim dan Jateng dan kepada pengurus ASPENAS JATIM terpilih, penulis mengucapkan :

  • Terimakasih telah diundang untuk hadir dan menjadi bagian pada acara saresehan.
  • Salute dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat hingga terlaksananya acara Saresehan tersebut.
  • Salute kepada tim Adhoc Kriteria Kambing Kontes atas kerja kerasnya merumuskan dan menentukan parameter-parameter yang distandardkan.
  • Sejarah sudah ditorehkan oleh anda semua yang hadir pada acara tersebut, dengan menandatangani dan menyetujui Standardisasi Kriteria Penilaian Seni Kontes Kambing Etawa. Selanjutnya secara bersama-sama harus menjaga dan mengawasi pelaksanaannya.
  • Semoga polemik dan perbedaan pendapat yang selama ini terjadi pada acara kontes kambing etawa dapat diminimalisir.
  • Bravo untuk ASPENAS JATIM, ini merupakan wujud kebersamaan, kekompakan dan semangat untuk bersatu dari semua peternak PE di Jawa Timur, selamat bekerja dan sukses selalu. Keberhasilan dan dedikasi ASPENAS JATIM akan menjadi contoh bagi peternak kambing PE di daerah lainnya.
  • Diharapkan potensi yang dimiliki oleh Kambing PE dapat terus digali dan dikembangkan untuk dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia.
  • Banggalah menjadi peternak Kambing PE serta bertanggung jawab untuk mempertahankan dan melestarikan keberadaannya.

Demikian sharing penulis mengenai Standardisasi Penilaian Kontes Kambing Etawa, mudah-mudahan bermanfaat bagi semua pihak khususnya kepada pecinta dan peternak kambing etawa dan mohon maaf kepada seluruh pihak apabila ada kekeliruan dalam berinteraksi dan kesalahan dalam penyampaian artikel ini. Salam Peternak PE Nasional, wass Exotics Farm.

About these ads