Memetik pengalaman dari para Senior yang sudah beternak kambing etawa lebih dahulu, disebutkan bahwa faktor genetik dari pejantan kambing etawa dominan hingga 70% – 80% dalam breeding. Berdasarkan pengamatan penulis selama beternak kambing etawa dan melakukannya sendiri, pendapat tersebut mayoritas terbukti namun tidak ada jaminan faktor keberhasilannya bisa 100%. Mengingat background ilmu penulis bukan dari peternakan, maka pembahasan thema di atas tidak dikupas dari sisi ilmiah. Namun penulis berbagi pengalaman seputar beternak kambing etawa baik yang dilakukan sendiri, maupun sharing dari para senior. Silahkan apabila ada rekan yang memahami secara ilmiah untuk menambahkan.

Beberapa parameter kambing etawa unggulan yang merupakan beberapa aspek yang dinilai dalam kontes kambing etawa, dan bisa dijadikan panduan mencari bibit kambing etawa super adalah sebagai berikut :

  1. Postur : tinggi, panjang, besar, padat seimbang, tampak depan / belakang sama besar (ideal).
  2. Bentuk kepala : besar, pendek, cembung, setengah lingkaran dengan variasi mulut nyetem.
  3. Telinga : panjang, melipat,  lebar,  lurus, tidak berbongkol, lentur, tidak bergelombang/keriting dengan kelipatan luar dan dalam simetris
  4. Pola warna : keserasian dari 2 atau 3 warna dalam tubuh kambing yang mempunyai daya nilai seni.
  5. Rewos/Jibrak : bulu belakang yang  bersih, panjang, lebat,  bergelombang menjuntai ke bawah.
  6. Bulu/Rambut : bulu yang bersih, mengkilat, lebat/tebal merata di seluruh badan
  7. Leher/Gelambir : panjang, besar, padat, berisi, dengan Gelambir lebar membentuk variasi yang baik (serasi).
  8. Tanduk : besar, kokoh, pipih, tidak menancap, dan dengan variasi melingkar ke samping mengarah ke depan.
  9. Ekor : ekor yang berbongkol tebal, panjang, berdiri tegak dengan variasi bulu yang lebat
  10. Kaki : bentuk kaki yang kokoh, besar, serasi, tidak X atau O sebagai penyangga yang kuat
  11. Testis /Ambing : testis besar, sedang, dengan variasi bentuk W (tidak sanglir) / ambing besar, lentur dengan variasi punting yang sama.

Kondisi saat ini dimana popularitas Kambing Etawa melambung tinggi seiring dengan seringnya diadakan kontes , maka apabila kita mencari bibit kambing etawa betina atau pejantan yang memenuhi beberapa kriteria tersebut di atas saja sudah mahal, apalagi yang kondisinya ideal bisa dibayangkan berapa jumlah uang yang harus kita keluarkan tentunya sangat banyak dan mahal. Tapi hal tersebut bukan menjadi penghalang untuk memiliki kambing etawa unggul, banyak cara yang masih bisa dilakukan untuk memperoleh keturunan etawa berkualitas, sekalipun dari indukan betina yang biasa-biasa saja dengan harga yang relatif terjangkau. Yang jelas indukan betina biasa tersebut harus dikawinkan dengan pejantan unggul, baik itu milik sendiri, rekan kelompok, atau bayar ke peternak yang memiliki pejantan bagus. Tarip mengawinkan biasanya berkisar antara Rp. 150.000 s/d Rp. 1.000.000 tergantung popularitas si pejantan, khusus untuk pejantan unggul lainnya dengan predikat juara nasional dll, konon ongkos mengawinkan bisa lebih dari itu.

Namun demikian hingga saat ini sangat susah mencari kambing etawa ideal yang bisa memenuhi semua kriteria tersebut, selalu saja ada kekurangannya. Misalnya bagus di kepala kurang di telinga, telinga bagus kepala bagus tapi warna kurang, telinga bagus kepala bagus warna bagus tapi balungan kecil dan gelambir kurang dan seterusnya. Ini adalah tantangan bagi para breder untuk terus berupaya agar memperoleh kambing etawa unggul yang diharapkan bisa memenuhi semua kriteria tersebut. Caranya dengan mengawin silangkan (x breeding) anakan-anakan dari beberapa pejantan yang memiliki kriteria-kriteria tersebut di atas.

Apabila kualitas sperma si pejantan unggul tersebut masih bagus, biasanya bentuk kepala, mulut, balungan dan panjang telinga dari pejantan tersebut relatif bisa diturunkan melalui hasil anakannya, walaupun indukan betinanya biasa saja. Di sisi lain perkembangan postur tubuh sangat tergantung dari perawatan dan pola pakan, baik pada saat si induk betina hamil maupun pasca lahiran. Tentu saja tidak semua hasil breeding tersebut akan sesuai dengan yang diharapkan, ini hanya sebagian dari usaha yang harus dilakukan apabila menginginkan keturunan yang baik. Sebagai contoh Tarantula pejantan yang kami miliki adalah pejantan yang piawai dalam urusan mencetak kuping panjang mlepes rapi dan balung besar, walaupun induk betinanya kupingnya mongkol atau menghadap ke dalam dan balung kecil. Tapi tetap masih belum sempurna, karena masih memilki kekurang lainnya.

Berbicara perihal pola warna ideal menurut para senior di kambing etawa adalah kepala hitam pleng (hitam polos pekat), ngalung (tidak lebih dari leher sekitar dada) dan badan putih bersih, sementara untuk kaki bisa polos semua, empat kakinya sepatuan, dekeran atau bahkan kaos kakian. Nah kalau semuanya simetris tentunya akan menjadikan kambing tersebut memilki pesona tersendiri. Dalam breeding pola warna tersebut adalah salah satu hal yang sangat tidak bisa diprediksi, untuk itu apabila ada yang memenuhi pola istimewa biasanya akan menjadi pusat perhatian para penghobi. Malah ada beberapa kasus induk betina kepala hitam yang dikawinkan dengan pejantan kepala hitam belum tentu anakannya akan hitam, malah anakannya berwarna merah. Ini merupakan bukti susahnya mencetak pola warna ideal.

Setelah belajar dan menimba ilmu dari para senior, ada kiat-kiat tertentu dalam memilih pejantan yang kemungkinan besar bisa mencetak anakan dengan kepala hitam pleng, sedangkan pola warna di badan dan kaki kita hanya bisa pasrah kepada Yang Maha Pencipta.
“Kaisar” calon pejantan milik kami yang fotonya dimuat pada slide di atas, adalah salah satu kambing etawa unggulan kami yang memiliki pola warna cukup baik. Typical seperti ini katanya bisa mencetak kepala hitam pleng, untuk itu si “Kaisar” kami proyeksikan agar dapat mencetak anakan dengan pola warna bagus dan bentuk kepala kuwung. Apakah hasilnya akan selalu mulus sesuai harapan? mari kita tunggu hasil anakannya setelah si Kaisar cukup umur untuk kami kawinkan dengan beberapa jenis induk berbeda.

Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa untuk mencetak kambing etawa unggul dengan harga yang relatif terjangkau adalah sebagai berikut :
1. Beli beberapa bibit kambing etawa indukan betina kualitas menengah dengan harga relatif murah.
2. Cari informasi keberadaan pejantan-pejantan unggulan/super (telinga panjang, kepala kuwung, nyakil, anakan yg dicetak hitam tandes, balung besar, rewos dst). yang bisa dikawinkan untuk umum.
3. Kawinkan masing-masing bibit kambing etawa induk betina tersebut dengan beberapa pejantan yang kita pilih sesuai dengan program breeding yang sudah ditentukan.
4. Kawin silangkan hasil dari anakan tersebut untuk memperoleh proforma kambing etawa unggulan yang diinginkan.
5. Semakin banyak variasi indukan dan pejantan unggulan sebagai bibit dasar, semakin baik pula variasi anakan yang dihasilkan.
6. Butuh waktu dan kesabaran, mudah-mudahan hasil yang menggembirakan bisa diperoleh di F2 dan F3.
7. Selamat mencoba.

Demikian sharing kami dalam sesi tips mencetak kambing etawa unggul atau kambing etawa super, semoga bermanfaat. Salam, Exotics Farm.

About these ads