Exotics Farm sebagai Pusat Breeding Kambing Etawa Unggulan di Jawa Barat??

Hmmm….., terlalu berlebihankah kata pembuka dan slogan yang saya pampang di kandang? Mungkinkah ini bisa dilakukan? Mari sejenak kita lihat perjalanan dari awal hingga kambing koleksi yang saya miliki pulang kandang.

Berawal dari obrolan iseng di kantor pada akhir November 2008 dengan topik Kambing Etawa, saya mulai menjelajah di internet untuk melihat dan mencari informasi yang berkaitan dengan kambing etawa.

Tertarik untuk lebih mendalami perihal hewan eksotis ini, pada bulan Januari 2009 saya mulai mengunjungi beberapa farm kambing etawa baik breeding maupun  perah di daerah Bogor dan sekitarnya. Kemudian pada bulan Februari 2009 lalu sayapun mengikuti pelatihan tentang kambing etawa di Jogja . Salah satu agenda pelatihan adalah mengunjungi sentra perdagangan kambing etawa di Jawa Tengah yaitu pasar Kaligesing Purworejo. Di pasar tersebut saya melihat brosure bahwa besok di tempat yang sama akan dilangsungkan kontes kambing etawa, penasaran pengen melihat seperti apa kontes kambing etawa, akhirnya saya memutuskan untuk menunda kepulangan ke Jakarta walaupun jadwal pelatihan sudah selesai.

Pada hari minggu pagi saya bergegas dan berangkat  kembali ke pasar Pendem untuk menghadiri kontes kambing PE . Ini adalah kali pertama saya melihat kambing-kambing kualitas super dilombakan , luar biasa apa yang sy saksikan pada saat itu merupakan moment yang tidak terlupakan. Terbesit dalam benak saya , selain kambing perah yang akan saya pelihara mungkinkah saya memiliki kambing-kambing bagus seperti itu untuk saya kembang biakan di Jawa Barat ?

Usai mengikuti pelatihan saya terus belajar dan belajar, mulai dari baca beberapa literatur yang ada di blognya kambing, domba, materi lain yang berhubungan dengan beternak seperti teknologi pakan, teknologi reproduksi dan penyakit ruminansia yang saya peroleh dari situs Disnak, Balitnak, LIPI, Deptan, serta buku-buku seri peternakan kambingpun tak luput saya pelajari. Untuk menambah wawasan kunjungan ke beberapa farm tetap saya lakukan baik yang ada di Bandung, Bogor, Subang bahkan Malang yang sedang giat dengan Kambing Boer pun saya kunjungi, tujuannya belajar beternak, studi banding, menjalin silaturahmi. Pada bulan April 2009 saya memutuskan untuk beternak, diawali dengan membuka lahan untuk menanam hijauan pakan ternak (Rumput Taiwan, Setaria dan Kaliandra) di daerah Bandung Selatan, dilanjutkan dengan pembuatan kandang pada bulan Juli 2009.

Pada saat yang bersamaan kegiatan belanja kambingpun dimulai, wow…  kaget luar biasa ternyata harga kambing etawa yang dikategorikan sebagai hewan   hoby ini luar biasa mahalnya, apalagi kalo si kambing itu berpredikat sebagai juara. Berfikir saya melihat kondisi ini, apakah ini merupakan peluang usaha yang menjanjikan atau kondisi booming sesaat akibat semakin maraknya kontes kambing etawa? Tanpa berfikir panjang dengan semua opini tersebut, saya memutuskan untuk tetap beternak, apapun yang terjadi kemudian adalah konsekuensi yang harus bisa saya terima.

Mulai saat itu saya sering bolak-balik ke Yogya, belajar untuk mengetahui parameter apa saja yang harus  dimiliki oleh jenis kambing yang dilombakan, sekaligus  kegiatan belanja. Bahkan pernah mengikuti dan menyaksikan Lomba Kambing Etawa di Bantul pada bulan Juli 2009, untuk  memperdalam referensi perihal kambing yang dilombakan.  Banyak hal menarik yang saya temui pada sesi ini, diataranya selama berinteraksi sayapun belajar memahami karakter dan prilaku orang-orang yang bergelut di dunia perkambingan.

Perburuanpun terus dilakukan mulai dari  Kaligesing, Kulon Progo, Yogya, Purworejo, Wonosobo,  Dieng bahkan Kebumen. Berbagai tipe indukan betina dengan karakterisitk yang berbeda terus dicari untuk menentukan dan membandingkan dari tipe indukan yang seperti apa bisa dihasilkan cempe berkualitas, sampai Januari 2010 lalu terkumpulah 8 ekor induk betina yang mayoritas akan mulai berproduksi pada bulan Maret hingga Mei 2010 nanti. Seperti apakah hasilnya, kita pastikan dan kita lihat nanti….

Khusus untuk pejantan, informasi yang diperoleh  dari berbagai literatur serta masukan dari para senior dikatakan bahwa gen yang dibawa si pejantan sangat dominan bahkan mewarisi sifat genetif pada saat reproduksi dalam kisaran 70% – 85%, untuk itu satu ekor pejantan dengan predikat juara 2 pejantan Kontes Kaligesing 2009 berhasil dikoleksi.

Untuk menghindari dampak inbreeding pada saat kambing dibawa ke Bandung karena hanya ada 1 ekor pejantan yang saya siapkan (nggak kuat harganya muaaahalll), maka beberapa ekor induk betina saya kawinkan dengan pejantan unggul yang ada di Kaligesing dan sekitarnya. Alhamdulillah salah satu diantaranya sudah beranak,  dengan kualitas anakan yang dihasilkan  cukup  baik. Saya akan upload hasil breeding ini pada artikel berikutnya, termasuk tipe indukan yang saya koleksi.

Atas usaha yang saya lakukan ini, apakah semua kambing yang dilahirkan akan menjadi kambing super? Apakah slogan “Pusat Breeding Kambing Etawa Unggulan Jawa Barat” bisa diwujudkan??? Jawabannya Insyaallah,Wallohua’lam Bissowab, hanya Allah lah yang mampu berkehendak, kita sebagai manusia hanya berusaha dan mempunyai keinginan, yang menentukan dan menciptakan hanya Allah lah Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Mencipta.

Suka dan duka datang silih berganti pada saat saya belajar dan menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk beternak , namun hal ini semakin menambah pengetahuan dan kekuatan mental saya untuk terus maju dan berkembang dalam beternak kambing etawa.Tanggung basah untuk nyebur, konsep awal beternak terus dikembangkan, menjalin kemitraan dengan beberapa farm perah di Bandung Selatan saya lakukan seperti dengan Kang Budhi Neqtasari dan kelompok binaannya.

Tak berhenti sampai disitu pengembangan  ke arah bisnis yang lainnya saya lakukan juga, tidak hanya susu yang saya pasarkan, pemenuhan pengadaan proyek kambing perahpun saya lakukan, dan mencoba untuk memanfaatkan limbah kandang untuk berkebun. Alhamdulillah beberapa proyek  pengadaan sudah bisa dipenuhi, inilah buah dari jalinan silaturahmi yang saya bangun dan mulai memberikan hasil yang cukup signifikan. Moment seperti inilah yang dapat memotivasi dan membuktikan bahwa beternak apabila dilakukan dengan sepenuh hati akan membuahkan hasil.

Akhirnya pada tanggal 16 Januari 2010 lalu, kandang yang sudah disiapkan untuk tahap awal terisi dengan kedatangan kambing koleksi dan kambing perah yang berjumlah total 26 ekor.

Silahkan untuk berkunjung dan berbagi pengalaman untuk memperkaya khasanah ilmu peternakan. Salam, Exotics Farm.

About these ads