Pemirsa Blog Yth.,

Design kandang koloni untuk kambing etawa biasanya memiliki ukuran panjang ke samping lebih dari 2m serta lebar ke belakang  >1,75. Tujuannya adalah agar jumlah ternak yang masuk dalam kandang tersebut jumlahnya lebih banyak , di sisi lainnya kandang koloni dinilai lebih ekonomis karena dapat menghemat material yang digunakan dalam proses pembuatan kandang.

Kami sebelumnya memiliki 10 buah kandang koloni dengan ukuran masing-masing 3m x 1.75m, kandang ini dapat menampung 7 ekor kambing induk etawa. Pertanyaannya adalah, apakah design kandang koloni tersebut cocok untuk induk kambing etawa? Mari kita lihat beberapa uraian dari pengalaman kami sbb:

  1. Induk kambing etawa cenderung suka bertarung apabila baru saja dipertemukan dalam satu tempat atau satu kandang.
  2. Akibat pertarungan tersebut beberapa induk menjadi dominan dan ada juga induk yang menjadi pecundang. Hal ini akan terus berlanjut dengan kondisi terburuk yaitu pada saat pemberian pakan, induk dominan akan menguasai tempat pakan dan mengejar-ngejar induk pecundang. Sesekali terlihat terjadi tandukan di daerah kepala, badan maupun perut. Kondisi ini akan semakin sulit dikontrol apabila jumlah ternak dalam satu kandang berjumlah lebih dari 5 ekor. (more…)

Pemirsa blog Yth,
Usaha kami untuk mewujudkan EFI sebagai pusat breeding kambing etawa unggulan/kambing etawa super di Jawa Barat hingga saat ini dengan konsisten kami lakukan. Hobby dan kecintaan kepada kambing eksotis ini yang membuat saya secara pribadi terus mengumpulkan kambing etawa super dari trah juara-juara baik dari Jawa Tengah maupun Jawa Timur. (more…)

Pemirsa blog Yth,

Kali pertama penulis melihat secara langsung jenis rumput ini yaitu  pada bulan Oktober 2010 lalu, pada saat menghadiri undangan rekan-rekan peternak kambing etawa ras Kaligesing di Jawa Timur untuk menentukan Standardisasi Penilaian Kontes Kambing Etawa dan  Muscab  ASPENAS JATIM. Di sela-sela agenda tersebut penulis melakukan kunjungan dan bersilaturahmi ke beberapa peternak kambing etawa unggulan ras Kaligesing di berbagai daerah Jawa Timur yaitu : Tulung Agung, Blitar, Malang,dan Kediri. Sepanjang perjalanan menuju daerah-daerah tersebut banyak dijumpai  lahan yang ditanami  rumput “Gajah Odot”  yang dibudidayakan oleh para peternak kambing etawa.

(more…)

Pemirsa Blog Yth.

Standar Nasional Indonesia (SNI) merekomendasikan  nutrisi pakan untuk kambing harus memenuhi  Protein Kering (PK) > 16% dan Total Digestable Nutrient (TDN) > 65%, atau  mengacu pada tabel kebutuhan pakan dari NRC (National Research Council) for sheep & goat.

Apabila kebutuhan nutrisi pakan tersebut hanya dipenuhi oleh pakan hijauan yang diberikan, maka hijauan tersebut harus dipastikan memiliki kandungan protein kasar yang tinggi dengan jumlah banyak dan variasi cukup baik. Nah, jika lokasi tempat kita beternak tidak didukung oleh lingkungan sekitar yang mampu menyediakan pakan hijauan yang berkualitas, maka pakan hijauan tersebut harus kita budidayakan sendiri, bisa dibayangkan berapa jumlah lahan yang harus kita siapkan untuk membudidayakan hijauan tersebut. Mengingat beberapa jenis hijauan seperti leguminosa dan kacang-kacang memiliki siklus pemanenan yang cukup lama. Di sisi lain  budidaya hijauan pakan  juga memiliki konsekuensi  penambahan biaya yang akan timbul yaitu untuk investasi lahan baik sewa ataupun beli.

Bagi para peternak yang secara intensif membudidayakan ternaknya, penggunaan pakan tambahan adalah salah satu solusi untuk menjawab uraian di atas, harapannya adalah kebutuhan gizi ternak terpenuhi baik untuk tumbuh, produksi susu/daging dan reproduksi. (more…)

Dear Pemirsa Blog Yth.,

Gallery di atas adalah dokumentasi EFI yang mengabadikan kunjungan Tokoh Kambing Etawa Nasional dari Tulung Agung dan Blitar Jawa Timur di kandang kami di Bandung. Melalui hobby dan wujud silaturrahmi serta niat yang kuat untuk memajukan dunia peternakan khususnya kambing etawa ras Kaligesing, jarak yang cukup jauh rupanya bukan menjadi halangan untuk saling berkunjung.

Berikut keterangan gambar dari kiri atas se arah jarum jam :

  1. Pak Uslik (berbaju kuning) pemilik kambing etawa legenda juara Nasional “Duta Erlangga” dan Pak Odot (berbaju biru) yang cukup terkenal dengan rumputnya “Gajah Odot” sedang berbincang.
  2. Pak Uslik, ananda Lutfi, pak Odot dan mas Yudi
  3. Photo bersama sebelum meninggalkan Bandung menuju Tulung Agung.
  4. Armada Group Sangkler yang digunakan untuk Tulung Agung-Bandung PP.
  5. Mas Kusaeri dan saya berphoto di depan kandang baru EFI.
  6. Berbagi ilmu untuk mengatasi kambing induk yang susah brahi.
  7. Mas Kusaeri Juri Lomba Kambing Etawa Nasional dan tokoh Kambing Etawa dari Blitar
  8. Berphoto bersama kedua putri kami dan si jantan “Tarantula”

Next Page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.